Tuesday, March 11, 2014

"The Death Match", Ketika Pertandingan Berujung Kematian

Judi Bola - IBU kota Ukraina, Kiev, lekat dengan sejarah kelam sepak bola, ”The Death Match”, pertandingan yang berakhir dengan kematian para mantan pemain sepak bola klub Dynamo dan Lokomotiv setelah menang atas tentara Nazi. Kisah yang masih terus diperdebatkan kebenarannya itu terus dikenang warga Ukraina.

Stadion Start, lokasi pertandingan itu, sangat tak terawat, jauh berbeda dengan Olympic Stadium di kota yang sama, yang mampu menampung 60.000 penonton, di mana dua tim terbaik akan berlaga di final Piala Eropa 2012. Namun, 70 tahun yang lalu, stadion itu menjadi saksi bisu kejadian yang menggores luka di hati warga Ukraina hingga kini.

Cerita berawal saat mantan kiper Dynamo, Nikolai Trusevich, mulai bekerja di Kiev Bakery setelah dikeluarkan dari penjara saat Ukraina diduduki pasukan Jerman. Atas dorongan atasannya, Trusevich mengumpulkan kawan-kawannya untuk bertanding di liga yang diselenggarakan pihak penjajah.

Para mantan pemain Dynamo dan Lokomotiv itu menamakan diri mereka Start FC dan selalu menang dalam enam laga. Sampai mereka unggul 5-1 saat berhadapan dengan FlakElf XI, yang berisi para pilot dan tentara Nazi Jerman pada 6 agustus 1942 di Zenit Stadium. Hal itu membuat otoritas Jerman gerah. Mereka merancang pertandingan ulang tiga hari setelahnya, 9 Agustus 1942.

Lagi-lagi Start unggul 5-3 dalam pertandingan yang dijaga ketat polisi dan tentara Jerman. Sebelumnya, berkembang kabar bahwa pihak Jerman sempat memperingatkan pemain Start untuk tidak menang, kalau tidak mau menerima konsekuensinya.

Namun, sejarah menjadi berbeda setelah peluit akhir pertandingan ditiup. Uni Soviet memproduksi dua film berdasarkan kisah itu sebagai propaganda. Berdasarkan versi mereka, 11 pemain Start ditangkap, empat di antaranya dieksekusi seusai pertandingan dan tewas masih dengan kostum merah mereka.

Beberapa pihak belakangan membantah hal itu. Memang ada empat pemain Start yang tewas, yaitu Nikolao Korotkikh, Ivan Kuzmenko, Alexei Klimenko, dan Nikolai Trusevich. Namun, mereka ditangkap beberapa hari setelah pertandingan itu karena dituduh menjadi intelijen kepolisian Uni Soviet, Narodnyy Komissariat Vnutrennikh Del (NKVD). ”Mereka adalah korban dari pembantaian massal, seperti penduduk lain pada umumnya,” kata Makar Goncharenko, mantan pemain Start FC yang masih hidup.

a288bet.com

Friday, November 1, 2013

Gol Bersejarah

a288bet.com - Gelombang manusia, Mexican wave, gegap gempita saat gol kedua yang dicetak Rudi Voeller tercipta. Penyerang Jerman itu memborong gol yang membuat Spanyol takluk dengan skor 2-0. Laga Piala Eropa 1988 tersebut memastikan Spanyol terdepak dari Grup A.

Gol berawal ketika pemain berbakat Jerman, Lothar Matthaeus, berlari kencang menggiring bola dari garis tengah lapangan. Matthaeus sebenarnya sempat didorong pemain Spanyol, tetapi ia bergeming dan bersikap sportif dengan terus melaju.

Di kotak penalti, dua pemain tim ”Matador” menghadang. Matthaeus bergerak seolah akan terus menerjang ketika, tiba-tiba, ia menendang dengan tumitnya. Lawan-lawan pun terkecoh. Di belakang Matthaeus, Voeller dengan sigap menyambut operan.

Dengan akurat ia menembak ke pojok kanan gawang tanpa bisa dihalau kiper Spanyol, Andoni Zubizarreta. Jerman yang saat itu dilatih pemain legendaris mereka, ”Der Kaiser” Franz Beckenbauer, memastikan lolos dari babak penyisihan grup dan menghadapi Belanda.

Sebelumnya, Voeller menyumbangkan gol pertama yang tak kalah hebat. Ia melepaskan tendangan jarak jauh, dari dekat batas kotak penalti di hadapan tiga pemain lawan. Voeller merayakan gol seusai menjebol gawang Spanyol dengan mengepalkan kedua tangan sambil berlari.

Sayang, tim ”Panser” harus menyerah kepada Belanda, 1-2, dalam babak semifinal. Meski tak menjadi juara Eropa 1988, Beckenbauer masih dipertahankan untuk melatih Jerman. Demikian pula dengan Voeller dan Matthaeus yang tetap bermain.

Keputusan yang tepat karena dua tahun kemudian tim ”Die Mannschaft” menjuarai turnamen sepak bola terbesar. Dalam Piala Dunia 1990 di Italia itu, Jerman melaju ke final dan mengalahkan juara sebelumnya, Argentina.

Artikel ini dipersembahkan oleh a288bet.com, situs agen bola, judi bol dan taruhan bola online terpercaya

"Si Telinga Besar", Dikecup dan Diangkat ke Udara


a288bet.com -  Siapa yang akan mengangkat "Si Telinga Besar" musim ini? Kapten Philipp Lahm atau Frank Lampard yang akan menggantikan John Terry?

Jutaan pasang mata di seluruh dunia akan menyaksikan laga bergengsi yang digelar di Fussball Arena, Sabtu (19/5/2012), ini. Dan mereka juga akan menyaksikan tim mana yang berhak bersorak dan bermandikan sampanye lalu memberikan kecupan di permukaan putih peraknya dan mengangkatnya ke udara tinggi-tinggi.

Trofi Liga Champions yang dikenal dengan "The Big Ears" atau "Si Telinga Besar" sudah bergengsi dari awal kelahirannya. Walaupun dari awal telinganya, sebutan untuk dua pegangan pada trofi, tidak besar seperti desain trofi yang sekarang, namun hakekatnya tetaplah impian yang terus diperebutkan oleh klub-klub besar di Eropa.

Desain dengan dua telinga sempat menimbulkan pertanyaan. Namun, para pencetus lahirnya trofi dengan kuping memperkirakan UEFA memilihnya agar para pemenang bisa dengan mudah mengangkatnya ke udara dengan dua tangan.

Metamorfosis kuping

Trofi dengan kuping kecil menjadi milik Real Madrid setelah memenangi kompetisi ini pada tahun 1966. UEFA memberikan izin kepada klub raksasa Spanyol itu untuk menyimpan trofi aslinya.

Lalu, Sekretaris Jenderal UEFA saat itu, Hans Bangerter memutuskan untuk menciptakan desain baru hingga kemudian memanggil spesialis perak lokal di Berne, Jurg Stadelmann. Stadelmann ingat benar proses pembuatan trofi dengan desain baru itu berlangsung.

"Ayah saya, Hans, dan saya pergi ke kantor Herr Bangerter dan memeuhi lantai dengan gambar (desain). Dia (Bangerter) lalu memberikan komentar seperti 'Orang Bulgaria akan menyukai bagian bawah seperti ini. Orang Spanyol akan menyukainya, namun orang Italia lebih menyukai seperti itu dan orang Jerman akan lebih suka yang ini.'," ungkapnya seperti dilansir dari situs resmi UEFA.

"Kami mendesainnya bersama-sama seperti menyusun puzzle. Ini merupakan desain yang mengelaborasi banyak pihak yang saya sukai sebelumnya dan saya berpikir setiap orang di sepak bola akan menyukainya pula," tuturnya kemudian.

Stadelmann mengatakan bahwa trofi desain baru itu dibuat hanya dalam waktu 340 jam. Dia bertugas untuk menghaluskan permukaan hingga kemudian tahap akhirnya diselesaikan oleh Fredd Banninger dengan ukirannya.
Trofi, lanjutnya, kemudian dibawa ke Los Angeles. Dalam perjalanan sepuluh hari dengan kapal, Stadelmann mengajak istrinya.

"Tepat waktu, saya senang mengungkapkannya," ucapnya.

Untuk pertama kalinya, desain baru pertama kalinya berhak diraih oleh Glasgow Celtic. Namun, bukan berarti trofi pertama yang dibuat Stadelmann juga yang akan diperebutkan oleh Chelsea dan Bayern Muenchen dalam laga malam nanti.

Saat ini, trofi yang diperebutkan adalah edisi keenam dari "The Big Ears". Beratnya 8,5 kilogram dan tingginya 73,5 sentimeter. Trofi ini merupakan impian semua pemain klub dan simbol dari bisnis jutaan dolar milik UEFA.

Sumber: Kompas.com

Artikel ini dipersembahkan oleh a288bet.com, situs bandar bola, judi bola online terpercaya indonesia.


Ribut Waidi, Legenda Pengharum Nama Bangsa

ribut waidi

a288bet.com - Malam itu, 20 September 1987, papan skor di Stadion Senayan masih menunjukkan angka 0-0 hingga menit ke-90. Di dalam stadion yang terletak di jantung kota Jakarta tersebut, 22 penggawa Indonesia dan Malaysia "bertarung" sengit untuk menorehkan nama negaranya di partai puncak cabang sepak bola SEA Games. Ratusan ribu penonton pun berharap cemas dapat menjadi saksi mata torehan kisah emas sepak bola Indonesia.

Peluit panjang wasit ditiup pada menit ke-90+2. Laga kemudian dilanjutkan dengan babak tambahan. Menit ke-105, menyisir dari sayap kanan dengan ditempel satu bek Malaysia, gelandang Ribut Waidi menggiring bola dengan lincah. Lepas dari kawalan, pemain lincah berambut ikal itu kemudian melepaskan tembakan mendatar ke gawang Malaysia. Gol! Sontak histeria 120.000 pendukung yang memadati Stadion Senayan serta jutaan penonton televisi nasional tumpah ruah.

Gol dari kaki Ribut itu akhirnya mampu memberikan medali emas pertama bagi Indonesia di ajang SEA Games. Ribut kemudian diarak mengelilingi lapangan oleh penggawa timnas lainnya. Saat lagu "Indonesia Raya" dikumandangkan di lapangan, hanya satu yang ia rasakan, yaitu rasa bangga luar biasa karena dapat mengharumkan bangsa melalui sepak bola.

Apalagi, kemenangan itu terasa sangat manis karena Indonesia akhirnya sukses di bawah bayang-bayang pahit SEA Games 1979. Saat itu, di stadion, bulan, dan lawan yang sama pada final SEA Games, Indonesia diempaskan Malaysia 0-2 pada 30 September 1979. Memang, jika bertemu tim asal negeri jiran tersebut, pertandingan bukan lagi sekadar laga biasa, melainkan pertaruhan harga diri bangsa.

"Waktu itu jalannya pertandingan memang sangat menegangkan. Yang lebih menegangkan lagi, gol itu terjadi pada menit ke-15, perpanjangan waktu. Meski saya anak ndeso, saya sudah ikut memberikan yang terbaik bagi bangsa ini melalui sepak bola," kenang Ribut atas golnya tersebut.

Anak desa menjadi legenda

Melihat sepenggal kisah tersebut, Ribut Waidi memang pantas dikenang sebagai legenda sepak bola Indonesia. Lahir di Pati, Jawa Tengah, 5 Desember 1962, Ribut sejak kecil memang mengidolakan sepak bola. Karena kecintaannya terhadap sepak bola itulah, ia akhirnya memutuskan untuk serius menggeluti dunia tersebut.

Ribut mengawali karier sebagai pesepak bola bersama PS Sukun Kudus pada 1976 hingga 1980. Setelah itu, gelandang bertubuh kecil kurus itu melanjutkan petualangannya bersama Persiku Kudus (1980), PS Kuda Laut Pertamina Semarang (1981-1984), dan PSIS Semarang (1984-1992). Pada era 1980-an, bersama PSIS, karier Ribut pun melesat di Tanah Air.

Pada 1987, nama Ribut seketika melambung, setelah sukses mengantarkan "Mahesa Jenar"—julukan PSIS—menjadi juara Liga Perserikatan seusai menaklukkan Persebaya Surabaya dalam partai final yang digelar di Stadion Senayan. Ia tampil sangat cemerlang dan gigih dalam laga itu. Meski gol tunggal kemenangan PSIS dicetak oleh Tugiman, Ribut berhasil mencatatkan namanya sebagai pemain terbaik dalam laga tersebut.

Berkat kesuksesannya itu, perjalanan Ribut berlanjut ke level lebih tinggi bersama timnas Indonesia. Ketika itu, timnas "Garuda" memang sedang membangun proyek besar untuk membangun tim untuk kejuaraan internasional. Bagaimana tidak, sebelumnya Indonesia selalu mengalami kegagalan di level Asia Tenggara. Bahkan, di laga terakhirnya, Indonesia dibantai Thailand 0-7 pada final SEA Games 1985.

Sosok di balik kesuksesan itu memang tak lepas juga dari andil Pelatih Bertje Matulapelwa. Mendiang yang dijuluki "Sang Pendeta" itu mampu menyatukan sejumlah pemain Galatama dan Perserikatan, yang ketika itu dirumorkan tidak akur. Talenta berbakat dari Perserikatan, di antaranya Ribut, Robby Darwis, dan Budi Wahyono, dipadukan dengan pemain dari Galatama, seperti Ricky Yakobi dan Nasrul Koto.

Walhasil, tim itu meraih kesuksesan pertamanya saat mampu menjuarai Piala Kemerdekaan III setelah mengalahkan Aljazair XI 2-1 pada 1987. Timnas unggul lebih dulu berkat gol Ricky Yakobi pada menit ke-26. Namun, satu menit menjelang akhir pertandingan, Aljazair berhasil membalas melalui Amar Kabrane. Laga dilanjutkan ke babak tambahan. Dan, dari kaki Ribut pada menit ke-103, Indonesia akhirnya mampu menjuarai turnamen tersebut.

Kepahlawanan Ribut kemudian berlanjut di ajang yang lebih bergengsi, yakni SEA Games 1987. Gol tunggalnya di partai puncak tidak hanya mengantarkan Indonesia berhasil meraih medali emas pertamanya. Namun, Indonesia yang sebelumnya hanya menjadi juru kunci di kualifikasi Olimpiade 1988, di bawah Jepang dan Singapura, mampu unjuk gigi kepada dunia!

Gol itu tidak hanya menciptakan sejarah manis bagi sepak bola Indonesia, tetapi juga menjadi kenangan indah bagi Ribut secara pribadi. Bahkan, tak tanggung-tanggung, Pemerintah Kota Semarang sempat mendirikan patung Ribut Waidi yang sedang menggiring bola di Jalan Karang Rejo, Semarang. Setelah pensiun dari sepak bola, Ribut bekerja sebagai karyawan PT Pertamina. Namun, kecintaannya terhadap sepak bola tak luntur karena beberapa kali dia bermain di sejumlah turnamen di kota-kota kecil di pantura.

Suri teladan

Minggu (3/6/2012), Ribut (49) berpulang kepada Yang Mahakuasa karena penyakit jantung yang dideritanya. Jutaan pencinta sepak bola berduka ditinggal sang legenda. Memang, tak seorang pun pencinta sepak bola Tanah Air boleh melupakan jasa-jasa salah seorang pahlawan sepak bola Indonesia ini dalam mengharumkan nama bangsa.

Bahkan, melihat perjuangannya itu, rasanya pantas jika Ribut dijadikan contoh bagi sejumlah pesepak bola nasional saat ini. Apalagi, sekarang ini, di lingkup ASEAN saja, timnas Indonesia tidak menjadi tim yang patut disegani. Sejak emas terakhir SEA Games 1992, kegagalan kerap menghampiri skuad "Garuda". Tak ada lagi sebutan "Macan Asia" bagi timnas Indonesia terpampang di media nasional dewasa ini.

Karena hal itulah, keseriusan dan semangat nasionalisme yang dimiliki sejumlah pemain dan pengurus sepak bola Indonesia sangat wajar dipertanyakan. Perseteruan pengurus dan klub yang berimbas kepada sejumlah pemain terus menambah panjang rentetan masalah yang tak kunjung usai. Muara persoalan itu sudah dapat ditebak, yaitu menjadikan prestasi timnas mati suri.

Memang saat ini kondisinya sangat jauh berbeda. Sekarang sepak bola dapat menjadi ladang pekerjaan menjanjikan dengan keuntungan yang sangat menggiurkan. Akan tetapi, motivasi pada zaman Ribut, pemain tak pernah memikirkan materi, tetapi hanya untuk membawa Indonesia dapat disegani di tingkat Asia dan dunia. Itu yang tak pernah ditiru.

Kini, meskipun engkau sudah tiada, torehan emasmu akan tetap kekal di atas rumput Stadion Gelora Bung Karno dan benak jutaan rakyat Indonesia. Semoga kebesaran dan kenangan indah yang ditorehkan 2,5 dekade silam itu dapat selalu menjadi teladan bagi penggawa timnas dan pengurus sepak bola yang tengah berseteru.

Sumber: Kompas.com

Artikel ini dipersembahkan oleh a288bet.com, situs taruhan bola online terpercaya indonesia


Monday, October 28, 2013

Verbeek Jadi Pelatih Baru Nuremberg

a288bet.comVe Nuremberg ' punya pelatih baru setelah memecat Michael Wiesinger . Die Legende dipercayakan kepada mantan arsitek AZ Alkmaar Gertjan Verbeek .

Wiesinger dipecat awal bulan ini . Dia telah dihapus karena hasil buruk yang diperoleh tim Bundesliga terus sampai minggu kedelapan . Nuremberg masih terpuruk di klasemen menjadi 16.

Untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Wiesinger , Nuremberg menunjuk Verbeek . Verbeek dikontrak sampai Juni 2015 dan akan dibantu oleh Raymond Libregts sebagai asisten .

" Saya senang bisa bekerja di sini . Ada tradisi besar di Nuremberg , di sebuah klub bersejarah," kata Verbeek , yang mengatakan kepada Sky Sports .

" Saya pertama kali berbicara dengan tim pelatih hari ini. Kami segera mengalihkan fokus ke Stuttgart ( yang akan menghadapi Nuremberg akhir pekan ini ) , " katanya .

" Target musim ini adalah untuk menjauhkan diri dari posisi bawah meja , " kata pelatih asal Belanda.

Ini adalah pertama kalinya di luar pelatih Verbeek Belanda . Dia telah melatih Heracles Almelo pengalaman, Heerenveen , Feyenoord , AZ dan terakhir . Ia dipecat pada akhir September AZ .

Artikel ini dipersembahkan oleh a288bet.com, situs agen bola dan taruhan bola online terbaik Indonesia.

Goetze Mulai 'Panas' Lagi

a288bet.com - Nama Mario Goetze kurang terdengar karena ia resmi menjadi pemain Bayern Munich tim ditangani Pep Guardiola . Perlahan-lahan ia ingin mengingatkan Pep bahwa dirinya layak dimainkan .

Penggemar Bayern juga tampaknya telah merasakan kehadiran Goetze , yang membuat dua kontroversi yang dikaitkan dengan kepindahannya dari Borussia Dortmund pada akhir musim lalu . Selain waktu transfer disebut-sebut " tidak etis " , karena menjelang pertarungan dua rival di babak final Liga Champions , ia juga telah membuat malu pejabat Bayern dalam konferensi pers pertamanya di Allianz Arena . Ia tampak santai dengan mengenakan kaus dengan logo besar Nike , sementara sponsor utama Bayern adalah Adidas .

Goetze pada awal musim hanya bermain tiga kali . Ia menjadi starter melawan Nuernberg dan Freiburg , tapi ditarik keluar setelah satu jam . Ia juga di turunkan dalam pertandingan Piala Super Eropa melawan Chelsea , tapi di pertengahan babak kedua. Dari sana ia mendapat cedera dan melewatkan seluruh bulan September.

Goetze kembali pada 2 Oktober saat Bayern menang 3-1 atas Manchester City di Liga Champions . Dia baru bermain di 84 menit . Pada pertandingan berikutnya ia hanya bermain di menit terakhir melawan Bayer Leverkusen .

Pemain21-tahun itu tetap dipanggil oleh tim nasional Jerman untuk menyelesaikan kualifikasi Piala Dunia 2014 . Tapi dia tidak menjadi starter .Saat melawan Republik Irlandia ia hanya main tujuh menit .

Selanjutnya melawan Swedia , Goetze bermain sebelumnya , tepatnya setelah istirahat . Di sana ia bermain bagus , mencetak satu gol plus satu assist.

Setelah tampil impresif di tim nasional Jerman , Guardiola kemudian mencoba Goetze sejak awal babak kedua melawan Mainz dua minggu lalu , dan ia membuat dua assist !

Tadi malam ( 22/10/2013 ) merupakan "puncak " Goetze pada pertandingan awal karirnya di Bayern . Meski tetap tak starter - sebuah drama baru di 63 menit - ia menorehkan catatan yang sangat baik . Hanya satu menit di lapangan , ia memberikan assist bagi gol Bastian Schweinsteiger . Sebagai penutup, Goetze mendapatkan gol pertamanya untuk Die Roten di injury time - dan Bayern menang 5-0 atas Viktoria Plzen di Liga Champions .

" Dia pemain hebat . Dia pintar dan cerdas dalam kotak penalti . Dia hanya perlu waktu , tapi dia sudah di jalur yang benar . Dia perlu beberapa pertandingan untuk sampai ke permainan terbaik , " kata Guardiola beberapa waktu lalu .

Artikel ini dpersembahkan oleh a288bet.com, situs bandar bola dan agen bola terbaik terpercaya Indonesia.

Gara-gara Penalti, Masa Depan Robben di Bayern Terancam?

dewasbo.net - agen bola terpercaya
Insiden Penalti melibatkan Arjen Robben dikabarkan mengganggu hubungannya dengan Pep Guardiola . Ini mungkin mempengaruhi kelanjutan karirnya di Bayern Munich .

Masalah ini dimulai di Bundesliga akhir pekan lalu . Dalam pertandingan melawan Mainz , Bayern mendapat hadiah penalti .

Robben telah siap untuk pergi sebagai eksekutor . Tapi ia kemudian harus mundur karena Guardiola menginstruksikan Thomas Mueller sebagai algojo .

Empat hari kemudian , dalam pertandingan Liga Champions melawan Viktoria Plzen , Bayern mendapat penalti . Tapi Robben menolak untuk mengeksekusi meskipun Guardiola telah meminta dia untuk menjadi penendang .

Setelah pertandingan , ia mengungkapkan alasan di balik penolakan Robben . Dia masih marah dengan insiden penalti di laga melawan Mainz .

Serangkaian insiden kemudian dikabarkan berdampak pada  kelanjutan masa depan Robben di Allianz Arena . Menurut surat kabar Bild dan dilansir ESPN , Robben , yang kontraknya habis pada tahun 2015 belum mendapatkan klub untuk pendekatan kontrak baru .

Robben telah bermain 14 kali untuk Bayern di semua kompetisi musim ini . Dari 14 penampilan , pemain sayap 29 tahun mencetak delapan pack.

Pep Tidak akan Ubah Bayern Seperti Barca Baru

Judi Bola Online - dewasbo.net
Josep Guardiola menegaskan tidak ingin mengubah Bayern Munich menjadi seperti Barcelona baru . Tujuan Guardiola adalah untuk mempertahankan tingkat Bayern seperti musim lalu .

Selama empat tahun membesut Barcelona , Guardiola telah memenangkan banyak trofi juara . Treble termasuk gelar La Liga , Copa del Rey dan Liga Champions di musim pertamanya di Nou Camp .

Pada musim ini , Guardiola menggantikan pelatih Jupp Heynckes yang telah memberikan Bayern Treble pada 2012 /13. Sejauh ini, pelatih Spanyol itu telah membawa klub Bavarian kembali ke jalurnya dengan memuncaki klasemen Bundesliga dan grup D Liga Champions .

" Saya tidak ingin berubah menjadi Barca Bayern baru , " kata Guardiola kepada La Gazzetta dello Sport .

"Mentalitas yang berbeda , dan gaya, lingkungan , budaya , para pemain juga. Klub sudah memenangkan banyak gelar banyak meniru klub lain . "

" Saya datang ke sini karena saya ingin melatih para pemain . Bayern Munich lebih besar dari pada ide-ide saya . Saya hanya harus mempertahankan level seperti musim lalu dari tim tidak terkalahkan yang memainkan sepakbola dengan luar biasa. "

" Seorang pelatih harus memahami kualitas daripada pemain dan mampu mengambil keuntungan dari itu , " kata Pep .

Bayern saat ini unggul satu poin dari rival terdekatnya , Borussia Dortmund di tempat kedua . pada lanjutan Bundesliga malam ini, Sabtu ( 2013/10/26 ) , Bayern akan menjamu tim promosi yang duduk di posisi keempat di klasemen Hertha Berlin.

Bayern Tundukkan Hertha Berlin

Judi Bola Online - dewasbo.net
Di rumah sendiri , Allianz Arena , Sabtu ( 2013/10/26 ) malam , Bayern Munich sempat tertinggal di kandang Hertha Berlin. FC Hollywood akhirnya mengakhiri pertandingan dengan keunggulan 3-2 .

Setelah hanya empat menit ketika gawang kiper Manuel Neuer sudah di jebol tim tamu. Kejutan datang dari Adrian Ramos , ketika tendangan sudut sundulan menyosong Per Skjelbred mengarah ke sudut kiri bawah gawang .

Tuan rumah harus menunggu sedikit lebih lama sebelum akhirnya bisa menyamakan kedudukan , lewat gol Mario Mandzukic di menit ke-29 . Dari situasi bola mati , umpan Franck Ribery dilepaskan mengarah tepat ke Mandzukic , yang di sambut dengan sundula dan berhasil mengarahkan bola ke sisi kiri gawang.

Setelah selesai babak pertama dalam posisi imbang 1-1 , Bayern akhirnya kembali unggul di awal babak kedua, tepatnya menit 51 . Mandzukic kembali pencetak gol tuan rumah. Kembali menggunakan kepalanya , kali ini umpan dari Bastian Schweinsteiger , Mandzukic sukses membuat perubahan jadi 2-1 .

Belum kehilangan kegembiraan atas terciptanya gol kedua , masyarakat bersorak girang di Allianz Arena di menit ke-54 . Skor berubah menjadi 3-1 setelah Mario Goetze menyundul umpan silang sempurna oleh Rafinha dirilis .

Tertinggal dua gol tidak membuat tim menyerah. Hasilnya Berlin mencetak gol kedua di menit 58 . Mendapatkan umpan dari Adrin Ramos , tendangan Anis Ben - Hatira tak bisa dihalau kiper Neuer .

Kemenangan ini membuat Bayern kembali ke puncak klasemen dengan 26 poin , hasil dari delapan kali menang dan dua kali seri . Mereka unggul satu poin dari Borussia Dortmund dan Bayer Leverkusen pada minggu ini juga memenangkan .

Dortmund Bawa Pulang Kemenangan dari Kandang Schalke

Judi Bola Online - dewasbo.net
Borussia Dortmund terus menempel Bayern Munich di posisi dua liga Jerman . Dalam laga terakhirnya , Die Borussen menangan 3-1 dalam kunjungan ke Schalke 04 .

Dalam pertandingan yang berlangsung di Veltins - Arena , Sabtu ( 26/10/2013 ) malam waktu setempat , Dortmund membuka skor pertama. Laga baru berjalan selama 13 menit ketika Pierre - Emerick Aubamey melepaskan tendangan dari dalam kotak penalti dan bersarang di gawang Schalke .

Memasuki menit ke-30 , Schalke memiliki kesempatan untuk menyamakan kedudukan setelah Fuchs Kristen dilanggar Neven Subotic di dalam kotak . Malang bagi Schalke , Kevin Prince Boateng , yang maju sebagai eksekutor gagal untuk menyelesaikan pekerjaan . Tembakan kaki kanannya dibaca oleh kiper .

Dortmund keuntungan bertambah di babak kedua . Tepatnya di menit 51 Nuri Sahin melepaskan tendangan dari luar kotak penalti untuk mengubah skor menjadi 2-1 untuk tim tamu .

Sebelas menit setelah gol Sahin , Schalke mampu mengurangi ketinggalan melalui Max Meyer . Gol yang berasal dari kaki kiri Meyer itu menghidupkan fans tuan rumah.

Namun upaya The Royal Blues menyamakan kedudukan bahkan lebih berat setelah Dortmund meningkatkan jumlah gol mereka di menit ke-74 . Mendapat umpan dari Henrikh Mkhitaryan , Jakub Blaszczykowski melepaskan tendangan dari dalam kotak penalti untuk mengubah skor jadi 3-1 .

Tambahan tiga poin dari laga ini memastikan Dortmund tetap di posisi kedua klasemen dengan 25 poin , hasil dari delapan kemenangan dan sekali imbang dan kalah. Skuad Juergen Klopp kalah 1 angka dari Bayern Munichn yang berada di posisi teratas , dan hanya unggul selisih gol dari Bayer Leverkusen yang menguntit di posisi ketiga .

Fansnya Berulah di Laga Derby, Dortmund Minta Maaf

Judi Bola Online - dewasbo.net
Kemenangan Dortmund Borussia atas Schalke di Lembah Ruhr Derby dirusak oleh perbuatan tercela dari fans mereka. Die Borussen pelatih Juergen Klopp, juga meminta maaf atas tindakan para fans memalukan.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Veltins Arena tadi malam, dengan status tim menang Dortmund atas Schalke dengan 3-1.

Namun kemenangan Dortmund itu tidak diikuti oleh kesantunan penggemar Dortmund di mana mereka  menyalakan flare dan melemparkan kembang api ke lapangan.

Wasit pun memutuskan untuk menunda pertandingan, meminta pemain di luar lapangan. Namun ketika kedua tim mempersiapkan diri untuk kick-off.

"Saat itu, saya benar-benar malu. Mereka benar-benar menimbulkan citra buruk," kata Klopp seperti dikutip Sky Sports.

"Itu benar-benar tidak baik dan saya tidak bisa menerimanya. itu tidak menyenangkan sama sekali," lanjutnya.

Hal senada diungkapkan oleh General Manager Hans-Joachim Watzke Dortmund.

Friday, October 18, 2013

Diego Maradona Ingin Berduel Dengan Mario Balotelli

Judi Bola Online - dewasbo.net Diego Maradona mengatakan ia ingin bicara hati ke hati dengan striker AC Milan Mario Balotelli.
Legenda Argentina mengaku senang striker internasional Italia, yang dianggapnya memiliki rasa

humor, kebiasaan juga menciptakan kontroversi di dalam dan luar lapangan.

"Kontak pertama saya dengan Mario adalah fotoku merokok dikirim kepada saya.

I love it - Aku tertawa, "kata Maradona.

"Saya ingin bicara dengan Mario saja, di kamar, dan saya akan menjelaskan kepada pengalamannya

Saya buruk dalam sepak bola. Orang harus meninggalkan Balotelli perdamaian. "

"Saya pikir pertama-tama Anda harus melihat apa jenis pemain dia dan manajer harus menilai dia untuk apa dia

dilakukan di lapangan. "

"I love it. Bagi saya, ada [Lionel] Messi, Cristiano Ronaldo, Neymar dan Balotelli."

Sejarah Hari Ini (18 Oktober), Rekor Baru Thierry Henry Untuk Arsenal

Judi Bola Online - dewasbo.net1  8 Okt delapan tahun lalu mungkin tidak akan pernah melupakan legenda Arsenal yang terkenal , Thierry ' King' Henry .

Dua gol saat mengalahkan Sparta Praha di Liga Champions babak penyisihan grup matchday 3 dia di rekor baru untuk The Gunners . Nah , Raja Henry kemudian resmi menjadi top skorer klub sepanjang masa , melebihi rekor sebelumnya dipegang Ian Wright , striker legendaris klub London Utara.

Pertandingan UCL digelar di Stadion Sparta di Praha . Sebanyak 12.500 pasang mata juga menjadi saksi dari catatan terakhir wabah . Dalam pertandingan itu, Arsenal adalah favorit karena status mereka sebagai kelompok dua klasemen menang . Sementara duduk di posisi buncit dengan satu Sparta kekalahan dan satu hasil imbang .
Henry, comeback di pertandingan ini setelah menderita cedera pangkal paha selama enam minggu , membawa Arsenal memecah kebuntuan di menit ke-21 . Gol itu praktis membuat paralel sayatan Henry dan Wright , yaitu 185 gol . Tapi kebahagiaan tidak berhenti di situ .

Seolah tak puas , para Sparta Sparta kiper Henry kembali di menit ke-74 . Dan Henry , 186 gol , merupakan pendatang yang sah dalam buku-buku sejarah Arsenal sepanjang masa pencetak gol terbanyak klub .

Sebagai edisi Liga Champions , Arsenal berhasil melaju hingga puncak sebelum menggulingkan Barcelona bulat, 2-1 .

Henry akhirnya meninggalkan Arsenal untuk Barca 2007 berseragam . Tapi kepergian Raja tidak sedikit kecaman dari fans . Sangat harum , karena ia telah mempersembahkan gelar bergengsi serentet termasuk jumlah 226 gol untuk klub selama ibadah Arsene Wenger .

'Ballon d'Or Seharusnya Dimenangkan Pemain Spanyol'

Judi Bila Online - dewasbo.net  Legenda Real Madrid dan tim nasional Spanyol juga, Fernando Hierro menyatakan harapannya untuk melihat pemain Spanyol untuk memenangkan Ballon d'Or.

Negara pemain matador dari terakhir untuk memenangkan Ballon d'Or adalah striker Barcelona, Luis Suarez pada tahun 1960. Di era modern, Raul Gonzalez hanya mampu finis di tempat kedua di belakang Michael Owen pada tahun 2001. Jadi adalah Andres Iniesta yang kalah perolehan suara dari Lionel Messi pada tahun 2010.

"Aku ingin melihat Spanyol memenangkan Ballon d'Or," ujar Hierro seperti dilansir Football Espana.

"Saya berharap salah satu pemain kami menang dalam lima tahun terakhir, ketika tim nasional memenangkan Piala Dunia, Piala Eropa, dan klub kami juga memenangkan Liga Champions. Sepakbola Spanyol patut diberi apresiasi."

Dalam empat edisi terakhir, Ballon d'Or berturut-turut dimenangkan oleh superstar Argentina Lionel Messi.

Pele si Black Pearl

Judi Bola Online - dewasbo.net  Brasil terkenal dengan talenta talenta muda nya dibidang sepakbola, tak heran kalau legenda hidup sepak bola salah satunya ada di negri samba ini. Pele. Dijuluki sebagai “Black Pearl”, telah mencetak 1280 gol selama karirnya di sepakbola. kegesitannya dalam mendrible bola, diakui kawan dan lawan, teknik yang hebat, dan insting mencetak gol yang tinggi membuat Pele sebagai sosok yang menakutkan barisan lawan. dinobatkan sebagai pemain terbaik sepanjang abad oleh IFFHS. Karena prestasinya itu, termasuk membawa brazil juara dunia 3 kali.

Maradona Hand of God

Taruhan Bola Online - dewasbo.netArgentina sangat mirip dengan inggris yang mengaku sebagai tempat lahirnya sepakbola, sepak bola sudah seperti agama penduduk 2 negara tersebut. tak heran jika salah satu legenda hidup lahir daris sini. Memiliki tubuh yang pendek dan gempal bukan menjadi kekurangan, justru disinilah kelebihan maradona. Karena struktur tubuhnya itulah yang membuat Maradona memiliki kaki yang kuat dan low center of gravity. Gaya bermainnya sangat strategis, Lincah dan kadang membuat lawan frustasi. Gol gol indahnya diakui banyak orang, salah satu gol kontroversial adalah gol ke gawang Inggris dan dikenal dengan “Hand of God.” Tidak berhenti sampai di situ, ia pun melewati beberapa pemain Inggris untuk mencatatkan namanya di papan skor. semenjak pensiun dari sepakbola Dunia gelap menghampiri sang nabi sepak bola bagi argentina ini. Dia terjerumus Narkoba. Walau akhirnya sedikit bisa lepas dari pengaruh Obat. namun sifatnya yang tempramen membuat dia sering dimusuhi beberapa media, tak heran juga dia menjadi musuh abadi Pele Ibarat persaingan Ronaldo dengan Messi.

Zinedine Zidane legenda francis

Judi bola online - dewasbo.net  Bintang francis dan juga real madrid ini diakui memiliki umpan terbaik didunia, selain eksekutor bola mati yang tangguh, zidane adalah seorang pengatur serangan yang tidak ada duanya, Di madrid dia mendapatkan yang pantas baginya, juara dan piala dan juara lagi, sedang bersama negaranya francis, zidane mempersembahkan Piala dunia untuk negaranya. kesuksesan francis diakui karena peran dari pemain keturunan aljaizair.

Lev Yashin kiper terbaik sepanjang sejarah

Judi Bola Online  - dewasbo.netKiper yang masuk deretan kiper terbaik dunia sepanjang sejarah adalah Lev Ivanovich Yashin. penjaga gawang terhebat yang pernah ada. dia adalah seorang berkebangsaan uni soviet (sebelum terpecah) dan menjadi penjaga gawang paling disegani di masa nya. Dia bermain 22 musim untuk Dinamo Moskwa, satu-satunya klub yang pernah ia wakili, memenangkan lima kejuaraan liga dan tiga kejuaraan cup. Dia memberi kontribusi luar biasa dari permainannya dan mengilhami pengaturan standar sepak bola modern untuk kiper. Selain terkenal sabagai atlet yang hebat karena keberaniannya, ia merupakan salah satu kiper pertama yang memegang komando seluruh area penalti dan melakukannya dengan keyakinan tak tertandingi. Dia juga tampil mengesankan pada garis gawang dengan refleks yang menakjubkan dan kelenturan yang membuatnya hampir sempurna. Yang paling menonjol, ia menciptakan sikap umum menangkap bola, menciptakan berbagai cara untuk menghalau bola dari meninju hingga menendangnya jauh dari kotak penalti saat diperlukan. Yashin adalah penjaga gawang pilihan pertama bagi Uni Soviet di era 1954-1967. Dalam kariernya ia memenangkan 78 piala dan bermain di tiga Piala Dunia (World Cup) 1958, 1962, dan 1966. Pada tahun 1956 ia adalah anggota tim nasional Uni Soviet yang memenangkan olimpiade di Melbourne dan empat tahun kemudian ia memenangkan kejuaraan Eropa. Salah satu momen paling membanggakan dalam kariernya adalah ketika ia memenangkan penghargaan European Player of the Year pada tahun 1963. Dia masih tetap menjadi kiper hanya untuk memenangkan hadiah itu. Ia juga dikabarkan telah menggagalkan lebih dari 150 tendangan penalti dalam karier yang panjang. Pada tahun 1986 cedera lutut kaki kanannya yang semakin parah membuat dokter terpaksa mengamputasi kakinya dan empat tahun kemudian ia meninggal setelah mengalami komplikasi dalam pembedahan. Kehebatan dari Lev Yashin ini digambarkan seperti seorang pahlawan, sehingga sampai saat ini belum ada yang disejajarkan dengannya.

Thursday, October 17, 2013

Pele Luncurkan Buku Seberat 15 Kilo

Agen bola - agenlive.com   Mantan bintang Brasil Pele, baru-baru ini merilis sebuah buku fenomenal, tidak hanya isinya, tapi kemasan fisik.

Ya, sebuah buku berjudul '1283 ', dalam jumlah mereka gol yang dicetak oleh Pele selama karirnya, beratnya £ 15 dan harga tidak kurang dari € 1225.

Apa yang akan diperoleh dari seperti sebuah buku mahal? Tujuan Menurut laporan, buku ini berisi lebih dari 500 foto eksklusif, teks pada tahun 1283, yang diterbitkan di lebih dari 50 halaman. Selain itu ditambahkan ke Pele tanda tangan asli yang tercantum dalam setiap edisi!

Jika Anda kebetulan memiliki budget lebih, maka bisa melirik edisi khusus ini dibanderol dengan harga tidak kurang dari € 1875 atau setara dengan harga sepeda motor merek Kawasaki. Harga ekstra akan membuat Anda mampu memiliki akses khusus untuk beberapa foto Pele pernah dipublikasikan sebelumnya.

Bagaimana Bolanetters? Setiap orang yang tertarik dalam memesan buku terbaru Pele?

Artikel selanjutnya: Profil Lengkap Ryo Miyaichi


Roberto Carlos, Real Madrid Generasi Saya Lebih Kuat

Judi Bola Online - dewasbo.net  Mendatangkan pemain termahal di dunia seperti Gareth Bale dan Cristiano Ronaldo membuat skuat Real Madrid saat ini kerap dibandingkan dengan tim yang sama 10 tahun lalu ketika Los Blancos juga mendatangkan pemain mahal seperti Luis Figo, Zinedine Zidane, hingga David Beckham.

Namun, mantan pemain Madrid yang bermain pada generasi itu, Roberto Carlos, secara tersirat menyebut timnya pada waktu itu jauh lebih kuat dibanding skuat saat ini, mengingat mereka mampu mengangkat trofi Liga Champions pada 2002.

“Jangan dibandingkan. Real Madrid sekarang sudah bagus, tetapi untuk menyamai atau melebihi generasi sebelumnya, mereka harus meraih prestasi seperti yang pernah kami lakukan,” ujar Carlos yang berkarier 11 tahun di Santiago Bernabeu.

Meski demikian, Carlos tak meragukan kemampuan pasukan Carlo Ancelotti untuk mencapai La Decima, yakni meraih Liga Champions untuk kali kesepuluh.

“Di liga, mereka kurang bagus. Tetapi, kami pernah mengalami hal itu dan kami masih bisa memenangi Liga Champions,” imbuh Carlos yang kini melatih klub Super Lig Turki, Sivasspor.